Home > jalan-jalan > Tari Guel Tampil Memukau, Kemana Tari Saman dan Didong?

Tari Guel Tampil Memukau, Kemana Tari Saman dan Didong?

Sahabat, semalam sempat mengintip acara organisasi Masyarakat Aceh, yaitu Taman Pelajar Aceh (TPA) Yogyakarta. Organisasi yang sekarang disetir  Syarifudin AC itu mengadakan Rembuk Mahasiswa Nusantara (REMAN) selama 2 hari (25-26 Desember 2011).

Dimalam salah satu acara REMAN tersebut menampilkan beberapa kesenian khas Aceh. Salah satunya adalah Tari Guel. Tari guel adalah tari tradisional masyarakat suku gayo yang terletak di dataran tari gueltinggi gayo, tepatnya di Aceh Tengah.  Di Yogyakarta Tari Guel satu rumpun dengan kesenian Didong dibawah naungan Sanggar Longon Yogyakarta yang di ketuai oleh Wien Kurniadi. Meskipun tidak dilengkapi dengan sosok Malim Dewa,  Tari Guel dapat tampil memukau didepan penonton saat tampilan perdana setelah  pakum beberapa tahun,  yang dikarenakan kekurangan personel. Dengan adanya mahasiswa baru yang terus berdatangan ke Yogyakarta, kini tari Guel kembali dilestarikan.

Sekarang tari guel  tampil dengan tujuh personel yaitu Sunnah,  Triana, Dwi, Fitri, Morina, dan Biizni. Ketujuh personil mengaku senang dapat melestarikan budaya gayo, sekaligus memperkenalkan budaya suku gayo kepada dunia luar. “kami senang bang, bisa tampil malam ini, semoga penonton bisa terhibur dan mengenal Tari Guel” papar Sunnah salah satu personel tari guel. Tentunya sebagai orang yang berasal dari gayo merasa bangga karena masih ada anak-anak muda yang mau memperkenalkan budaya Nenek Moyang agar di kenal dunia luar.

Namun, ditengah kemunculan kembali Tari Guel dalam acara REMAN semalam, penonton tidak dapat menikmati kesenian Didong dan tari Saman, yang merupakan kesenian yang telah dikenal luas oleh masyarakat luar. Setelah menggali dari beberapa orang termasuk personel didong, memang kali ini Sanggar Longon ingin memfokuskan memperkenalkan kembali Tari Guel yang telah lama fakum. Namun, sebagai penggemar didong merasa kecewa karena tidak bisa menikmati Kesenian Tepuk bantal itu, begitupun dengan tari Saman yang dikenal dari suku Gayo lues juga tidak menampakkan performa mereka dalam acara ini. Sampai tulisan ini diterbitkan belum ada informasi yang kami dapat mengapa mereka tidak tampil pada malam Rembok Mahasiswa Aceh Nusantara itu. Semoga dengan kembalinya tari Guel ini, kesenian yang lain tidak malah mengalami kemunduran atau fakum. semoga kesenian khas Gayo Tari Guel, Didong, dan Tari Saman  masih terus bisa kita nikmati dalam kesempatan yang lain, agar dunia tahu bahwa kita ada.

Advertisements
Categories: jalan-jalan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: