Home > Artikel > Mengukur Kecepatan Membaca

Mengukur Kecepatan Membaca

Sahabat, Membaca adalah sesuatu yang sangat penting, karena Allahpun dalam surat cinta-Nya (Al-Qur”an) yang diturunkan pertama kali adalah membaca yaitu surat Al-‘Alaq 1-5. “Bacalah”.

Dengan membaca manusia akan diberikan pemahaman, wawasan, dan ilmu pengetahuan.hemm pasti sahabat sudah lebih tahu banyak tentang manfaat membaca.

Sahabat, dari awal masuk sekolah TK kita sudah diajarkan huruf-huruf agar dapat membaca. kalau ditanya sekarang sudah bisa membaca atau belum pasti cepat-cepat mengangguk tanpa ragu, ya aku bisa!..kemudian pertanyaan selanjutnya adalah, apakah cara kita membaca sudah efektif? (emmm ragu-ragu).

Cara mengukur membaca yang efektif atau tidak itu adalah dengan mengukur kecepatan membaca dan memahami isi bacaan.Cepat dan paham itu efektif, lambat dan paham kurang efektif. tidak membaca double tidak efektif. kemampuan inilah yang semestinya kita miliki, agar tidak boros waktu untuk membaca satu buku, karena masih banyak buku yang harus kita baca.

Cara mengukur kecepatan membaca kita adalah dengan menggunakan satuan kata per menit (kpm)

Kecepatan membaca (kpm) = (Jumlah kata/Waktu baca(detik)) x 60

Nah, untuk mengukur kecepatan membaca anda silahkan baca teks berikut ini, dan catat waktu saat anda membaca. kecepatan membaca para siswa SMP-SMA adalah 225 kpm. dan rata-rata kecepatan mahasiswa adalah 325 kpm. (Dwi Budiyanto, 2010).

Memimpin Masa Depan

Oleh : Mohammad Fauzi Adhim

Yang menjadi masalah bagi kita bukanlah bagaimana melakukan inovasi pendidikan atau memasukkan informasi terbaru bagaimana cara terbaik mengasuh anak. masalah kita adalah bagai mana membuang pikiran-pikiran lama yang tidak perlu dan merugikan. kita dapat belajar untuk apa yang terbaik untuk anak kita, tetapi kita masih menghadapi anak-anak dengan cara yang lama. sebabnya, kita banyak menyerap informasi baru, tetapi tidak membuang pikiran lama yang keliru.

Anak-anak harus gembira saat belajar.Mereka merasa asyik sehingga belajar tidak mendajadi beban bagi mereka. Pada usia TK, bahkan bermain itu sendiri proses belajar terpenting bagi anak. Mereka belajar secara spontan, alamiah, menyenangkan, dan antusias. kita bisa merancang permainan untuk mereka, dengan catatan ermainan itu empat prisnsip tersebt, yakni spontan, alamiah, menyenangkan dan antusias. kita sengaja merancang, tetapi anak-anak merasakannya sebagai permainan yang spontan dan alamiah.

Karena anak-anak harus gembira, maka kita banyak mengajari mereka lagu-lagu ceria. kita ajari mereka menyanyi. Tetapi, apakah menyanyi menggembirakan bagi anak? Ya, bagi yang sesuai. Bagi yang tidak, menyanyi bia menjadi beban. Jika dipaksakan, anak-anak akan kehilangan masa emasnya, yakni masa untuk membangun hasrat belajar yang kuat dalam diri mereka. Lebih membebani lagi jika orang tua dan guru menyibukkan menyuruh anak turut bernyangu. Kita lupa bahwa menyanyi adalah bentuk kegiaatan yang dimaksudkan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Bukan prinsip dasar kegiatan belajar.

Artinya, jika bentuk kegiatan sudah tidak bisa memenuhi prinsip dasar belajar, maka yang harus dipertahankan adalah prinsipnya. bukan bentuknya. kita cari bentuk-bentuk lainnya yang bisa membuat anak -anak bergembira dan belajar, sekaligus belajar dengan gembira.

saya teringat dengan Sue Bredekamp. Dalam bukunya yang bertajuk Develovmentally Appropriate Practice in Early Childhood Program: Serving Children from Britfh Through Age 8, Bredekamp mengingatkan agar kita mendidik anak dengan memperhatikan dua hal. Pertama, kesesuaian dengan jenis usia anak. kedua, kesesuaian dengan keunikan tiap-tiap anak. dua hal inilah prinsip pokok DAP (Devlopmentally appropiate practice), yakni praktis pengasuhan dan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak. Yang pertama menuntut kita untuk mengerti tugas perkembangan di tiap jenjang usia anak beserta ciri-cirinya. Sedangkan yang kedua menuntut kita mengenal anak secara personal.

Jumlah Kata = 334

Referensi : Budiyanto, Dwi, Prophetic Learning Menjadi Cerdas dnegan Jalan Kenabian, 2010,  Pro-U Media, Yogyakarta

About these ads
Categories: Artikel
  1. February 25, 2012 at 5:11 am

    izin nyimak ,,he,he,, seneng nulis juga ternyata .. jangan lupa berkunjung ke blog q ..

    • March 23, 2012 at 9:28 am

      monggo, baru belajar iki.. mohon masukannya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: